Pengetahuan dasar percetakan

BAGIAN 1 – WARNA CETAK

 

Dalam dunia percetakan sangat dikenal istilah cetak 1 warna, cetak 2 warna, cetak 3 warna dan cetak sparasi/full colour. Jumlah warna cetak sangat mempengaruhi harga, sedangkan area cetak tidak mempengaruhi. Contohnya jika anda mencetak brosur sebanyak 4 RIM,  harga cetak 1 warna dengan sedikit teks dan tanpa gambar akan sama dengan harga mencetak brosur dengan 1 warna juga yang berisi penuh gambar. Oh ya jumlah cetak juga berpengaruh besar dengan harga, semakin banyak semakin murah, bahkan bisa setengahnya lebih murah dari harga aslinya jika mencetak sangat banyak.

(gambar contoh brosur 1 warna dengan sedikit teks dan tanpa gambar)

(gambar contoh brosur 1 warna penuh gambar)

Cetak 1 warna yaitu mencetak area kertas dengan hanya 1 warna tinta saja, bisa Hitam, Biru, Merah, Hijau, Ungu, dsb sesuai keinginan. Cetak 2 warna berarti terdapat 2 warna pada kertas yang dicetak seperti hitam dan biru, biru dan merah, dsb. Begitu juga dengan cetak 3 warna berarti melibatkan 3 warna tinta. Sedangkan cetak sparasi/full colour ini seperti halnya kita mencetak foto di printer warna. Sparasi menggabungkan 4 warna dasar CMYK atau Cyan (Biru), Magenta (Merah jambu), Yellow (Kuning), Black (Hitam) sehingga dari perpaduan 4 warna tersebut menghasilkan banyak warna (full colour).

(gambar contoh brosur 2 warna)

(gambar contoh brosur 3 warna)

(gambar contoh brosur full colour)

Jadi jika anda melihat selembaran kertas yang dicetak warna warni, anda tidak perlu menghitung jumlah warnanya, jika jumlah warna dasar lebih dari 3 sudah dapat dipastikan itu adalah cetakan sparasi/full colour. Namun jika anda merasa berat dengan harga cetakan sparasi/full colour, anda bisa mengakalinya dengan setting gradasi warna (persentase warna), perhatikan contoh gambar berikut ini :

(gambar contoh brosur 1 warna gradasi)

Ada beberapa percetakan yang membedakan harga cetak 1 warna dasar dengan cetak 1 warna khusus. Dimana perbedaannya?

Seperti yang telah saya bahas sebelumnya bahwa ada 4 warna dasar, yaitu CMYK. Nah warna khusus merupakan warna yang dicampur dan diaduk manual oleh operator mesin dengan persentase tertentu. Contohnya untuk mendapatkan warna hijau maka diperlukan tinta Cyan dan Yellow, untuk mendapatkan warna ungu diperlukan tinta Cyan dan Magenta, jika kurang gelap warnanya ditambahkan lagi Black.

BAGIAN 2 –  SATUAN JUMLAH

 

Dalam percetakan biasanya kita akan mendengar istilah RIM. RIM merupakan satuan jumlah khusus untuk kertas, jumlah 1 RIM = 500 lembar. Tidak semua percetakan memberikan 1 RIM berisi 500 lembar, ada oknum-oknum yang curang biasanya yang tidak mau rugi, karena biasanya saat mencetak ada kertas yang rusak, meleset warnanya, sobek, dsb. Untuk itulah dalam percetakan sering kita dengar istilah insheet  atau kertas tambahan untuk settingan mesin.

Untuk Amplop satuannya adalah pack atau dus. Satu pack/dus berisi 100 pcs. Kartu Nama satuannya Box, satu Box 100 pcs.

BAGIAN 3 –  SATUAN UKURAN

 

Ada banyak sekali jenis ukuran kertas. Disini saya hanya memberikan ukuran-ukuran yang paling umum dalam percetakan :

  • A6 atau biasanya sering disebut 1/4 F4 (seperempat folio) = 10,5 cm x 14,8 cm
  • A5 atau biasanya sering disebut 1/2 F4 (setengah folio) = 14,8 cm x 21 cm
  • A4 = 21 cm x 29,7 cm
  • F4 atau biasa disebut Folio = 21,5 cm x 33 cm ada juga yang 21,6 cm x 33 cm
  • A3 = 29,7 cm x 42 cm
  • DF atau Double Folio = 33 cm x 43 cm
  • A3+ atau Ukuran Poster = 32,5 cm x 48,5 cm
  • A2 = 42 cm x 59,4 cm
  • Letter = 21,6 cm x 27,9 cm
  • Legal = 21,6 cm x 35,6 cm
  • Kwarto = 21,6 cm x 27,5 cm

Oia hamir lupa, jika anda memesan bon, brosur atau barang percetakan apapun yang berukuran setengah folio, sepertiga folio, seperempat folio, dsb, maka ukuran yang didapat tidak sama dengan hasil pembagian bilangan ukuran aslinya.

Contohnya ukuran folio (biasa disebut ukuran F4) = 21,5 cm x 33 cm ada juga pada beberapa merk kertas yang 21,6 cm x 33 cm, tidak pengaruh hanya beda 1 mm 😀 Jika dipotong dua (setengah folio) secara perhitungan didapat 21,5 cm x 16,5 cm, tetapi pada aktualnya hasil cetakan tidak berukuran itu dikarenakan ada proses sisir cetakan. Proses sisir ini merupakan proses memotong sisi tepi kertas secara keliling supaya hasil cetakan kertas rata dan rapi pastinya. Biasanya sisir kertas memakan 3 mm keliling ukuran kertas, sehingga untuk setengah folio didapat 20,9 cm x 15,9 cm, ada yang lebih besar dan ada yang lebih kecil dari itu. Saya kira itu bukan suatu masalah besar 🙂

 

BAGIAN 4 –  ISTILAH PENTING

 

Masuk ke bagian paling akhir, istilah-istilah dibawah ini merupakan tumpahan dari pemikiran saya, untuk penjelasan yang sebenarnya bisa di search google.

  • Sablon = teknik mencetak dengan menggunakan screen (film)
  • Poly = teknik mencetak dengan menggunakan cetakan padat yang di press dengan bantuan alat/mesin ke media yang ingin dicetak
  • Emboss = teknik membuat timbul tulisan atau gambar dengan menggunakan cetakan padat yang di press dengan bantuan alat/mesin.
  • Poly Embos = Menggabungkan Emboss dengan Poly, jika anda melihat Undangan Pernikahan biasanya ada bagian yang timbul dan berwarna Emas mengkilat, nah itulah contoh mudah dari Poly Embos
  • Vernish = menjadikan hasil cetak lebih mengkilat, biasanya untuk kertas Art Paper dan Art Carton.
  • Laminating Glossy = memberikan laminasi plastik transparan pada kertas, sehingga warna cetakan terlihat lebih mengkilat dan tahan air/minyak. Biasa digunakan untuk box makanan/kue, map, cover buku, dsb
  • Laminating Doft = memberikan laminasi plastik doft/gelap pada kertas, sehingga warna cetakan lebih redup tetapi tetap fokus. Biasa digunakan untuk box makanan/kue, map, cover buku, dsb
  • Laminating Window = sebenarnya ini sama dengan laminating glossy, hanya saja pada laminating window kertas telah dibolongkan dahulu sebelumnya dengan cara di Pond. Biasanya diterapkan untuk box kemasan
  • Pond = membuat pola potongan dan lubang pada kertas ataupun boot, biasanya untuk membuat box, paper bag, map, hard cover buku, dsb.
  • Rell = membuat pola lipatan pada kertas, biasanya untuk membuat box, paper bag, map, dsb.
  • Cacah = membuat pola sobekan pada kertas, biasanya diterapkan pada tiket/karcis, voucher, dsb
  • Nomorator = merupakan penomoran hasil cetakan yang anda buat, biasa diterapkan untuk buku nota, faktur, surat jalan, kwitansi, voucher, tiket, dsb.
  • Plano = Kertas dengan ukuran besar. Ukuran Plano setiap jenis kertas berbeda-beda, tetapi yang paling umum adalah Plano ukuran 79 x 109, hampir semua jenis kertas ada pada ukuran Plano tersebut. Dari kertas plano inilah kita bisa potong sesuai kebutuhan kita untuk dicetak di mesin cetak
  • Mesin Offset = mesin percetakan dengan metode cetak menggunakan plate, biasa untuk mencetak skala besar, biaya lebih efisien dan hasil warna cetakan tahan lama, tetapi butuh waktu untuk bongkar pasang plate dan setting warna mesin. Biasa untuk produksi massal seperti buku, majalah, tabloid, dsb
  • Mesin Digital Printing = mesin percetakan dengan tinta serbuk, sama seperti mesin fotocopy atau printer laserjet. Biaya lebih mahal, tetapi cetakan bisa ditunggu (cetak instan). Biasa untuk produksi sedikit seperti cetak brosur, poster, sticker, dsb.

Saya kira hanya itu saja pembahasan tentang pengetahuan dasar percetakan, jika anda ingin lebih dalam lagi bisa ikut kursus atau bekerja langsung di perusahaan percetakan.

Mohon maaf jika ada kesalahan, karena artikel ini murni saya yang buat. Terima kasih telah meluangkan waktunya membaca tutorial yang sederhana ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *