Keterangan Surah Ibrahim

Keterangan Surah Ibrahim

Penjelasan :

[779]. Al Quran diturunkan dalam bahasa Arab itu, bukanlah berarti bahwa Al Qu’an untuk bangsa Arab saja tetapi untuk seluruh manusia.
[780]. Disesatkan Allah berarti: bahwa orang itu sesat berhubung keingkarannya dan tidak mau memahami petunjuk-petunjuk Allah. Dalam ayat ini, karena mereka itu ingkar dan tidak mau memahami apa sebabnya Allah menjadikan nyamuk sebagai perumpamaan, maka mereka itu menjadi sesat.
[781]. Yang dimaksud dengan hari-hari Allah ialah peristiwa yang telah terjadi pada kaum-kaum dahulu serta nikmat dan siksa yang dialami mereka.
[782]. Maksudnya: Allah tidak memerlukan syukur hamba-hamba-Nya.
[783]. menghadap ke hadirat Allah ialah pertemuan dengan Allah SWT pada hari kiamat untuk dihisab.
[784]. Maksudnya: Allah menjadikan semua yang disebutkan itu bukanlah dengan percuma, melainkan dengan penuh hikmah.
[785]. Artinya: sejahtera dari segala bencana.
[786]. Termasuk dalam kalimat yang baik ialah kalimat tauhid, segala ucapan yang menyeru kepada kebajikan dan mencegah dari kemungkaran serta perbuatan yang baik. Kalimat tauhid seperti laa ilaa ha illallaah.
[787]. Termasuk dalam kalimat yang buruk ialah kalimat kufur, syirik, segala perkataan yang tidak benar dan perbuatan yang tidak baik.
[788]. Yang dimaksud ucapan-ucapan yang teguh di sini ialah kalimatun thayyibah yang disebut dalam ayat 24 di atas.
[789]. Yang dimaksud dengan nikmat Allah di sini ialah perintah-perintah dan ajaran-ajaran Allah.
[790]. Maksudnya: pada hari kiamat itu tidak ada penebusan dosa dan pertolongan sahabat, lihat juga surat Al Baqarah ayat 254.
[791]. Maksudnya: orang-orang kafir itu membuat rencana jahat untuk mematahkan kebenaran Islam dan mereka berusaha menegakkan kebathilan, tetapi mereka itu tidak menyadari bahwa makar (rencana jahat)mereka itu digagalkan oleh Allah SWT.

 

Pokok Bahasan :

Pokok isi kandungan dalam Surah Ibrahim diantaranya ialah tentang keimanan, hukum-hukum, kisah-kisah, dan lainnya seperti sebab rasul-rasul diutus dengan bahasa kaumnya sendiri, perumpamaan tentang perbuatan dan perkataan yang hak dengan yang bathil, kejadian langit dan bumi mengandung hikmah-hikmah; macam-macam nikmat Allah kepada manusia dan janji Allah kepada hamba-hamba yang mensyukuri-Nya.

 

 

Sumber :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *