Keterangan Surah Luqman

Keterangan Surah Luqman

Penjelasan :

[1178]. Ialah huruf-huruf abjad yang terletak pada permulaan sebagian dari surat-surat Al Quran seperti: alif laam miim, alif laam raa, alif laam miim shaad dan sebagainya. Diantara ahli-ahli tafsir ada yang menyerahkan pengertiannya kepada Allah karena dipandang termasuk ayat-ayat mutasyaabihaat, dan ada pula yang menafsirkannya. Golongan yang menafsirkannya ada yang memandangnya sebagai nama surat, dan ada pula yang berpendapat bahwa huruf-huruf abjad itu gunanya untuk menarik perhatian para pendengar supaya memperhatikan Al Quran itu, dan untuk mengisyaratkan bahwa Al Quran itu diturunkan dari Allah dalam bahasa Arab yang tersusun dari huruf-huruf abjad. Kalau mereka tidak percaya bahwa Al Quran diturunkan dari Allah dan hanya buatan Muhammad s.a.w. semata-mata, maka cobalah mereka buat semacam Al Quran itu.
[1179]. Yang dimaksud dengan kepadanya ialah kepada orang yang mempergunakan perkataan-perkataan yang tidak berfaedah untuk menyesatkan manusia.
[1180]. Maksudnya: Selambat-lambat waktu menyapih ialah setelah anak berumur dua tahun.
[1181]. Yang dimaksud dengan Allah Maha Halus ialah ilmu Allah itu meliputi segala sesuatu bagaimana kecilnya.
[1182]. Maksudnya: ketika kamu berjalan, janganlah terlampau cepat dan jangan pula terlalu lambat.
[1183]. Yang dimaksud dengan Kalimat Allah ialah: Ilmu-Nya dan Hikmat-Nya.
[1184]. Maksudnya: menciptakan manusia dan membangkitkan mereka lagi pada hari kiamat adalah amat mudah bagi Allah s.w.t.
[1185]. Maksudnya: Allah-lah Tuhan yang sebenarnya, yang wajib disembah, yang berkuasa dan sebagainya.
[1186]. Yang dimaksud dengan jalan yang lurus ialah: mengakui ke-esaan Allah.
[1187]. Maksudnya: manusia itu tidak dapat mengetahui dengan pasti apa yang akan diusahakannya besok atau yang akan diperolehnya, namun demikian mereka diwajibkan berusaha.

 

Pokok Bahasan :

Pokok isi kandungan dalam Surah Luqman diantaranya ialah tentang keimanan, hukum-hukum, kisah-kisah dan lainnya seperti orang-orang yang tersesat dari jalan Allah dan selalu memperolok-olokkan ayat – ayat Allah, celaan terhadap para musyrikin karena tidak menghiraukan seruan untuk memperhatikan alam dan tidak menyembah Penciptanya, menghibur hati Rasulullah s.a.w. terhadap keingkaran para musyrikin karena hal ini bukanlah merupakan kelalaiannya, dan nikmat dan karunia Allah tidak dapat dihitung.

 

 

Sumber :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *