Keterangan Surah Thaha

Keterangan Surah Thaha

Penjelasan :

[912]. Thaahaa termasuk huruf-huruf abjad yang terletak pada permulaan sebagian daripada surat-surat Al Quran, selanjutnya lihat no. [10].
[913]. Bersemayam di atas ‘Arsy ialah satu sifat Allah yang wajib kita imani, sesuai dengan kebesaran Allah dsan kesucian-Nya.
[914]. Maksud ayat ini ialah: tidak perlu mengeraskan suara dalam mendoa, karena Allah mendengar semua doa itu walaupun diucapkan dengan suara rendah.
[915]. Nabi Musa a.s. memohon kepada Allah agar dadanya dilapangkan untuk menghadapi Fir’aun yang terkenal sebagai seorang raja yang kejam.
[916]. Maksudnya: setiap orang yang memandang Nabi Musa a.s. akan merasa kasih sayang kepadanya.
[917]. Yang dibunuh Musa a.s. ini ialah seorang bangsa Qibthi yang sedang berkelahi dengan seorang Bani Israil, sebagaimana yang dikisahkan dalam surat Al Qashash ayat 15.
[918]. Nabi Musa a.s. datang ke negeri Mad-yan untuk melarikan diri, di sana dia dikawinkan oleh Nabi Syu’aib a.s. dengan salah seorang puterinya dan menetap beberapa tahun lamanya.
[919]. Maksudnya: Nabi Musa a.s. datang ke lembah Thuwa untuk menerima wahyu dan kerasulan.
[920]. Maksudnya: memilih untuk menjadi rasul-Ku.
[921]. Bani Israil di waktu mereka berada di Mesir adalah dibawah perbudakan Fir’aun. Mereka dipekerjakan untuk mendirikan bangunan-bangunan yang besar dan kota-kota dengan kerja paksa. Maka Nabi Musa a.s. meminta kepada Fir’aun agar mereka dibebaskan.
[922]. Maksudnya: mendustakan ajaran-ajaran dan petunjuk-petunjuk yang dibawa oleh rasul.
[923]. Maksudnya: tidak memperdulikan ajaran dan petunjuk-petunjuk rasul.
[924]. Setelah nabi Musa a.s. dan nabi Harus a.s mendapat perintah dari Allah s.w.t. pergilah mereka kepada Fir’aun dan terjadilah soal-jawab sebagai yang disebutkan pada ayat 49 dan ayat berikutnya.
[925]. Maksudnya: memberikan akal, instink (naluri) dan kodrat alamiyah untuk kelanjutan hidupnya masing-masing.
[926]. Maksudnya: Lauh Mahfuzh.
[927]. Yang dimaksud dengan tanda-tanda di sini ialah tanda-tanda kenabian Musa di surat Al Isra’. Pada pertemuan antara nabi Musa a.s. dengan Fir’aun ini, yang diperlihatkan baru dua, yaitu tongkat nabi Musa a.s. menjadi ular dan tangannya menjadi putih cemerlang.
[928]. Maksudnya: setelah Fir’aun mengatur tipu dayanya dan waktu untuk pertemuan telah datang yaitu hari raya, maka Fir’aun bersama pengikut-pengikut nya datanglah ketempat yang ditentukan itu.
[929]. Maksudnya: kedatangan Musa a.s dan Harun a.s. ke Mesir itu ialah hendak menggantikan kamu sebagai penguasa di Mesir. Sebagian ahli tafsir mengartikan thariqah di sini dengan keyakinan (agama).
[930]. Maksud hari ini ialah hari berlangsungnya pertandingan.
[931]. Maksudnya: tangan kanan dan kaki kiri dan sebaliknya.
[932]. Maksud tidak mati ialah dia selalu merasakan azab dan maksud tidak hidup ialah hidup yang dapat dipergunakannya untuk bertaubat.
[933]. Membuat jalan yang kering di dalam laut itu ialah dengan memukul laut itu dengan tongkat. Lihat ayat 63 surat Asy Syu’araa.
[934]. Sebahagian Ahli Tarsir menafsirkan al aiman dengan Yang diberkati.
[935]. Yang dimaksud dengan gunung itu disini ialah Gunung Sinai.
[936]. Yang bermunajat dengan Allah ialah Nabi Musa a.s. Tetapi disini disebut kamu sekalian karena manfaat munajat itu kembali kepada Nabi Musa a.s. dan Bani Israil kesemuanya. Perjanjian yang dijanjikan itu ialah untuk bermunajat dan menerima Taurat. Arti manna dan salwa lihat not. 53.
[937]. Samiri ialah seorang dan Bani Israil dari suku Assamirah.
[938]. Maksudnya: mereka disuruh membawa perhiasan dari emas kepunyaan orang-orang Mesir. lalu oleh Samiri dianjurkan agar perhiasan itu dilemparkan ke dalam api yang telah dinyalakannya dalam suatu lobang untuk dijadikan patung berbentuk anak lembu. Kemudian mereka melemparkannya dan diikuti pula oleh Samiri. Lihat selanjutnya not. 570
[939]. Mereka membuat patung anak lembu dari emas. Para Mufassirin berpendapat bahwa patung itu tetap patung tidak bernyawa dan suara yang seperti lembu itu hanyalah disebabkan oleh angin yang masuk ke dalam rongga patung itu dengan tekhnik yang dikenal oleh Samiri waktu itu dan sebagian mufassirin ada yang menafsirkan bahwa patung yang dibuat dari emas itu kemudian menjadi tubuh yang bernyawa dan mempunyai suara lembu.
[940]. Yang dimaksud dengan jejak rasul di sini ialah ajaran-ajarannya. Menurut faham ini Samiri mengambil sebahagian dari ajaran-ajaran Musa kemudian dilemparkannya ajaran-ajaran itu sehingga dia menjadi sesat. Menurut sebahagian ahli tafsir yang dimaksud dengan jejak rasul ialah jejak telapak kuda Jibril a.s. Artinya Samiri mengambil segumpal tanah dari jejak itu lalu dilemparkannya ke dalam logam yang sedang dihancurkan sehingga logam itu berbentuk anak sapi yang mengeluarkan suara.
[941]. Maksudnya: supaya Samiri hidup terpencil sendiri sebagai hukuman di dunia. Dan sebagai hukuman di akhirat, ia akan ditempatkan di didalam neraka.
[942]. Maksudnya: Tiupan sangkakala yang kedua, yaitu tiupan untuk membangkitkan manusia dari kuburnya atau menghidupkannya kembali.
[943]. Yang dimaksud dengan lurus jalannya, ialah orang yang agak lurus pikirannya atau amalannya diantara orang-orang yang berdosa itu.
[944]. Yang dimaksud dengan penyeru di sini ialah malaikat yang memanggil manusia untuk menghadap ke hadirat Allah.
[945]. Lihat yang dimaksud dengan syafaat no. [46].
[946]. Maksudnya: Nabi Muhammad s.a.w. dilarang oleh Allah menirukan bacaan Jibril a.s. kalimat demi kalimat, sebelum Jibril a.s. selesai membacakannya, agar dapat Nabi Muhammad s.a.w. menghafal dan memahami betul-betul ayat yang diturunkan itu.
[947]. Perintah Allah ini tersebut dalam ayat 35 surat Al Baqarah.
[948]. Pohon itu dinamakan Syajaratulkhuldi (Pohon kekekalan), karena menurut syaitan, orang yang memakan buahnya akan kekal, tidak akan mati, selanjutnya no. [37].
[949]. Yang dimaksud dengan durhaka di sini ialah melanggar larangan Allah karena lupa, dengan tidak sengaja, sebagaimana disebutkan dalam ayat 115 surat ini. Dan yang dimaksud dengan sesat ialah mengikuti apa yang dibisikkan syaitan. Kesalahan Adam a.s. meskipun tidak begitu besar menurut ukuran manusia biasa sudah dinamai durhaka dan sesat, karena tingginya martabat Adam a.s. dan untuk menjadi teladan bagi orang besar dan pemimpin-pemimpin agar menjauhi perbuatan-perbuatan yang terlarang bagaimanapun kecilnya.
[950]. Maksudnya: Allah memilih Nabi Adam a.s. untuk menjadi orang yang dekat kepada-Nya.

 

Pokok Bahasan :

Pokok isi kandungan dalam Surah Thaha diantaranya ialah tentang keimanan, hukum-hukum, kisah-kisah, dan lainnya seperti perintah Allah kepada Nabi Muhammad s.a.w. supaya dia meminta tambahan ilmu kepada Allah sekalipun sudah menjadi rasul, Allah tidak akan mengazab sesuatu kaum sebelum diutus rasul kepada mereka, jangan terpengaruh oleh kesenangan kehidupan dunia.

 

 

Sumber :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *